Setting waktu dan tanggal (date and time) di Ubuntu Server

erlihat sepele, tapi ternyata hal ini lumayan berguna bagi para nyubi seperti saya ketika dihadapkan pada permasalahan saat ingin menyetting ulang waktu, jam, detik atau tanggal pada Ubuntu Server, kali ini saya menggunakan Ubuntu Server 10.10.

Langsung saja semoga dapat membantu.. ^_^

Hal pertama yang harus dipersiapkan adalah:

  1. Jam Dinding
  2. Beberapa menit waktu untuk mengkonfigurasinya
  3. Dan membaca tutorial saya ini, hehe..

Setelah semua bahan-bahan disiapkan, silahkan buka terminal anda

Alt+F2 lalu ketikkan gnome-terminal (*jika menggunakan gnome-desktop) atau terminal (*jika menggunakan kde-desktop)

lalu coba check dl waktu yang saat ini telah berjalan d ubuntu server kita dengan perintah:

date Continue reading

Setting DHCP Linux Ubuntu 11.10

Akhirnya ada sedikit waktu lowong untuk menulis lagi. Setelah beberapa waktu disibukan dengan aktifitas kantor yang begitu padat, sehingga tidak ada kesempatan untuk menulis di blog. hehehe… :D

Ok, kali ini saya akan membahas mengenai dhcp3-server pada ubuntu 11.10.Let’s Start Your Engine


Pertama-tama buka terminal, ketikan perintah berikut untuk menginstall dhcp3-server :
hery@hery-desktop:~$ sudo apt-get install dhcp3-server

The following extra packages will be installed:
isc-dhcp-server
Suggested packages:
isc-dhcp-server-ldap
The following NEW packages will be installed:
dhcp3-server isc-dhcp-server
0 upgraded, 2 newly installed, 0 to remove and 0 not upgraded.
Need to get 429 kB of archives.
After this operation, 1,155 kB of additional disk space will be used.
Do you want to continue [Y/n]?  Continue reading

Install Webmin di Ubuntu Server 11.10

Bagi yang masih terbata-bata jika harus menggunakan command prompt di ubuntu server dan lebih nyaman bekerja dengan GUI bisa make 2 pilihan untuk mengatasi kendala ‘bahasa’ itu, yaitu meng-instal dekstop environment atau meng-instal webmin. Kita coba dulu yang downloadnya paling sedikit yaitu menggunakan webmin.

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk meng-instal webmin di ubuntu server 11.10 :

  • Edit file sources.list supaya ubuntu tahu dimana harus men-download webmin

sudo nano /etc/apt/sources.list

  • Taruh kursor di baris paling bawah dari file itu, lalu tambahkan dua baris berikut ini :

deb http://download.webmin.com/download/repository sarge contrib

deb http://webmin.mirror.somersettechsolutions.co.uk/repository sarge contrib

Lalu simpan file itu.

  • Untuk verifikasi webmin yang akan kita install, maka kita perlu meng-import dulu GPG key-nya

wget http://www.webmin.com/jcameron-key.asc

sudo apt-key add jcameron-key.asc

  • Lalu kita perlu meng-update source list yang tadi kita edit

sudo apt-get update

  • Sekarang kita bisa mulai melakukan proses instalasi webmin

sudo apt-get install webmin

Jika sudah selesai maka kita sudah dapat menggunakan webmin misalnya seperti ini : https://192.168.7.20:10000

Membuat FTP Server di Ubuntu Server 11.10

FTP adalah protokol yang sudah sangat tua, tapi walaupun begitu masih banyak digunakan untuk keperluan transfer berkas. Mungkin karena kestabilannya dan banyaknya client atau aplikasi yang mendukung proses transfer berkas melalui ftp, yang menyebabkan ftp masih sangat populer.

Instalasi

Menginstal proftpd di Ubuntu, semudah menginstal aplikasi lain dari repositori. Caranya,

sudo apt-get install proftpd

Saat ada pilihan apakah akan menjalankan proftpd via inetd atau standalone, pilih standalone saja. Setelah instalasi selesai, seharusnya proftpd otomatis dijalankan. Jika tidak, coba Anda jalankan perintah berikut. Continue reading

Installasi XAMPP di Ubuntu 11.10

Akhirnya harus nginstal Xampp di Ubuntu.

Sebelum installasi, download XAMPP for Linux di sini. Lalu pindahkan file xampp yang berbentuk  .zip ke /home/desktop . Setelah itu, buka terminal di ubuntu.

Setelah terminal terbuka ketikkan:

sudo su

kemudian masukkan password ubuntu anda.

Setelah itu lakukan pengekstrakan file dengan mengetikannya pada terminal:

sudo tar xvfz xampp-linux-1.7.7.tar.gz -C /opt

Continue reading

Tips Memilih Web Hosting, murah, berkwalitas dan terbaik

Web Hosting adalah salah satu bentuk layanan jasa penyewaan tempat di Internet yang memungkinkan seseorangan meng-online-kan situs/webnya di internet. Tempat penyimpanan data tersebut disebut hosting, dan biasa diukur dari satuan kapasitasnya dalam megabytes (Mb) hingga terabytes (Tb) dan memiliki koneksi ke internet sehingga data tersebut dapat di-request atau diakses oleh user dari semua tempat secara bersamaan. Jadi singkatnya web hosting adalah hosting untuk sebuah web atau tempat penyimpanan data dari sebuah web.

Continue reading

Apa itu Hacker ???


Apa itu Hacker ???

Hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama keamanan.
Terminologi hacker muncul pada awal tahun 1960-an diantara para anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Laboratorium Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Kelompok mahasiswa tersebut merupakan salah satu perintis perkembangan teknologi komputer dan mereka berkutat dengan sejumlah komputer mainframe.Kata hacker pertama kalinya muncul dengan arti positif untuk menyebut seorang anggota yang memiliki keahlian dalam bidang komputer dan mampu membuat program komputer yang lebih baik ketimbang yang telah dirancang bersama.

Hacker pada masa ini memiliki konotasi negatif karena aksi-aksinya yang mengakibatkan kerugian pihak tertentu seperti mengubah tampilan suatu situs web, menyisipkan kode-kode virus dsb. Hacker menggunakan celah-celah keamanan yang belum diperbaiki oleh pembuat perangkat lunak (bug). Tetapi pada masa lalu,dan beberapa golongan hacker masa kini, masih mempertahankan budaya penganalisaan sistem.

Jenis – Jenis Hacker….

biasanya para hacker dibagi menjadi 2 golongan dan White Hat Hackers & Black Hat Hackers,dimana fungsi dan pekerjaan yang dilakukannya berbeda.

White hat hacker
adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada Hacker yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer.White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.

Black hat hacker
adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada Hacker yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut. Istilah cracker diajukan oleh Richard Stallman untuk mengacu kepada hacker dalam arti ini.

Pendapat Masyarakat Tentang Hacker…..???

kalo kata seorang Hacker :

Mau coba hack tinggal tergantung dari kemauan dan perasaan jiwa nya atas keperibadianya .Jangan takut mempelajari sesuatu hal yang baru, karena dari situ ilmu security bisa didapat.


kalo kata pakar IT Roy Suryo :

Logikanya, hecker itu sama dengan pencuri. Bisa iseng bisa juga memang profesi. “Yang mengherankan, di Indonesia hecker derajatnya lebih terhormat. Bahkan sampai ada seminar bagaimana menjadi hecker,” heran Roy Suryo .


kalo kata pakar IT Onno W. Purbo :
Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak dikomputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.


kalo menurut saya:

Hecker ada orang yang mau belajar tanpa memikirkan peraturan-peraturan yang sudah ada.Hacker adalah orang yang berani mencoba sesuatu hal yang baru dengan keahlian yang sudah ada mereka bisa berexplorasi didunia maya mulai dari snifiing,hack password , cardding , sampai menyusupkan virus kedalam jaringan dan lain-lain . Memang banyak sebagian orang menyebut perbuatan tercela,tapi kalo menurut saya hacker adalah orang yang mau belajar.

Kumpulan Software Free

Postingan yang “mungkin” perlu untuk anda kunjungi:

Hosting murah indonesia 900/bln

Software untuk mencari crack & serial number
Seksologi Ebooks
Software untuk mempercepat komputer
Software untuk mempercepat koneksi internet
Software Kirim Email Massal
Software SEO Report
Software Website Submitter
Software Web Page Maker
Software untuk membuat beberapa java script
Software Data Recovery
Software Kalender Cantik di Desktop
Software Tampilan Jam dinding di desktop
Software untuk mengubah Icon pada Windows Explorer
Software Untuk mempercantik Icon di Desktop
Software untuk mengunci folder pada windows XP
Software untuk memproteksi dan menyembunyikan folder
Software untuk memperbaiki bad sector
Software Untuk Mencari File Duplikat dalam Hardisk
Memberi background pada flashdisk dan folder pada windows explorer
Software untuk Shutdown Otomatis
Software untuk mengubah gambar berwarna menjadi sketsa
Software untuk mengubah gambar biasa menjadi gambar lucu
Software Image Converter
Software untuk memotong file menjadi beberapa bagian
Software Untuk Memotong file MP3
Software Untuk Membuat Skin Winamp
Software Untuk Membuat File CHM
Software untuk membuat file PDF (1)
Software untuk membuat file PDF (2)
Software untuk mengubah file PDF ke Word
Software untuk mengedit file PDF
Software untuk menghapus password file PDF
Software untuk mengambil gambar dari file PDF
Software SysSense untuk melihat Earning Adsense
Software Quran In Word
Software Torent / Peer To Peer
Software untuk Screen Capture
Software Kamus Inggris-Indonesia
Software Kamus Arab-Indonesia
Membuat Banner
Font Jawa (Ha na ca ra ka)
Font Times New Arabic
Spelling Grammar Indonesia di Ms. Word
Koleksi gambar-gambar Bagus
CD Linux UBUNTU Gratis

Data hecker

Bermain-Main Dengan Domain

Ketika suatu saat kita hendak mengakses suatu situs web tertentu, biasanya kita cukup mengetikkan alamat situs web tersebut pada browser, dan dalam beberapa saat, tampilan situs yang kita tuju akan segera terpampang pada layar monitor. Demikian pula saat kita saling berkirim email, yang kita butuhkan hanyalah sebuah alamat email untuk menentukan kemanakah pesan kita akan dilayangkan. Semua kemudahan itu tidak lepas dari peranan domain.

Sebenarnya, apa sih domain itu? Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai pengertian domain, kita perlu sedikit mengetahui tentang bagaimana sebuah host di lingkungan internet diakses. Internet terdiri dari jutaan komputer sebagai host yang tersebar di seluruh dunia yang kesemuanya saling berhubungan melalui suatu bentuk jaringan dengan hirarki tertentu. Host-host tersebut saling berkomunikasi melalui suatu protokol standar yang disebut TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). Agar setiap komputer yang membentuk jaringan internet dapat berkomunikasi satu sama lain, maka masing-masing haruslah memiliki alamat tertentu. Alamat ini haruslah unik, jadi, tidak bolah ada dua host yang memiliki alamat yang sama.

Sistem pengalamatan yang digunakan berupa kombinasi 4 deret bilangan antara 0 s/d 255 yang masing-masing dipisahkan oleh tanda titik (.), mulai dari 0.0.0.1 hingga 255.255.255.255. Deretan angka-angka ini dikenal sebagai alamat IP (IP address). Setiap host yang tersambung dalam jaringan internet harus memiliki alamat IP sebagai pengenal agar dapat bekomunikasi dengan host lain dalam jaringan. Pengalamatan berbasis IP ini memungkinkan internet mengalamati lebih dari 4 milyar host. Pada kenyataannya, tidak semua kombinasi alamat IP bisa dipergunakan. Ada beberapa kombinasi khusus yang dicadangkan untuk keperluan tertentu sehingga tidak boleh digunakan untuk keperluan pengalamatan, contohnya adalah IP 127.0.0.1 yang diperlukan untuk menunjuk (lookup) ke host lokal.

Walaupun secara teknis sistem pengalamatan berbasis IP ini cukup handal, tetapi ia masih memiliki kelemahan. Otak manusia umumnya tidak mudah untuk mengingat kombinasi angka dalam jumlah besar. Solusinya adalah mengasosiasikan nomor IP tersebut dalam kombinasi huruf yang membentuk sebuah nama yang mudah diingat. Nah, nama host sebagai pengenal di jaringan internet inilah yang kita sebut sebagai domain, sedangkan sistem pengalamatan berbasis domain dikenal sebagai Domain Name Service (DNS).

Penamaan Domain

Tentu saja untuk menamai sebuah host tidak bisa dilakukan secara sembarangan, Ada aturan-aturan teknis tertentu yang harus dipatuhi agar domain tersebut dapat dipandang sebagai domain yang valid. Pengalamatan berbasis domain menggunakan sistem berjenjang, mulai dari level paling atas (dikenal sebagai TLD, Top Level Domain), hingga jenjang di bawahnya. Ambil contoh situs web ini. Dari nama domainnya dapat dilihat bahwa alamat situs ini (http://dhani.singcat.com) merupakan subdomain dari domain Singcat yang bernaung dibawah TLD .com.

TLD .com (commercial) adalah suatu TLD global yang melingkupi host yang menangani aktifitas komersial. Selain itu, dikenal pula TLD .net (network) untuk jaringan, .org (organization) untuk organisasi lain-lain, .edu (educational) untuk lembaga pendidikan, .gov (government) untuk lembaga pemerintahan dan .mil (military) untuk kepentingan militer. Penetapan TLD global tersebut berada dalam wewenang ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers, http://www.icann.org/), sebuah organisasi nirlaba internasional yang khusus menangani hal-hal yang berkaitan dengan alokasi IP di Internet, protokol-protokol yang digunakan, serta manajemen sistem penamaan berbasis domain. Sementara itu, pengelolaan TLD secara administratif merupakan wewenang dari IANA (Internet Assigned Numbers Authority, http://www.iana.org/), yang juga merupakan sebuah organisasi nirlaba yang mengemban fungsi koordinasi global di internet.

Pada mulanya, TLD .com, .net, maupun .org, digunakan sesuai peruntukannnya, namun belakangan karena pemilikan domain dibawah TLD ini bersifat bebas dan menerapkan prosedur yang otomatis, maka peruntukannya cenderung diabaikan. Diantara seluruh TLD global tersebut, TLD .com merupakan TLD yang paling laris. Mungkin ini berhubungan dengan demam DotCom yang saat ini sedang melanda dunia sehingga setiap perusahaan akan merasa ketinggalan jaman apabila belum memiliki domain sendiri dibawah TLD .com.

Dewasa ini, pengguna TLD global, terutama “trio” .net, .com, dan .org, sudah sangat berjubel. Bagi calon pemilik domain baru, akan sulit sekali untuk menemukan baik kata, maupun singkatan yang belum terpakai. Karenanya ICANN menetapkan beberapa TLD baru, diantaranya .info, .news, .biz, .museum, .coop, .name, dan .aero.

TLD Regional

Selain TLD global, kita juga mengenal TLD regional yang mencakup suatu negara tertentu. Misalnya, Inggris menggunakan domain regional .uk, Malaysia .my, dan India .in. TLD regional ditetapkan oleh ICANN, namun pengelolaannya diserahkan kepada lembaga yang ditunjuk di negara bersangkutan. Indonesia sendiri memiliki domain regional .id dan pengelolaannya diserahkan kepada IDNIC (http://www.idnic.net.id/)

Sebagai lembaga otoritas yang mengatur penggunaaan domain regional berbasis Indonesia, IDNIC menetapkan beberapa subdomain bagi TLD .id dengan peruntukannya masing-masing. Subdomain yang tersedia adalah .co.id (corporate, perusahaan), .net.id (network, jaringan atau ISP), .or.id (organization, organisasi lain-lain), go.id (government, lembaga pemerintahan), .ac.id (academy, lembaga pendidikan), dan .mil.id (military, lembaga militer). Belakangan ditambahkan pula subdomain .sch.id (school, sekolahan), .web.id (situs pribadi) dan .war.net.id (untuk Warnet).

Berbeda dengan pemilikan TLD global yang relatif bebas, maka IDNIC menetapkan aturan-aturan yang ketat untuk penggunaan domain berbasis Indonesia. Tujuannya selain untuk mencegah penyalahgunaan, juga agar setiap domain hanya digunakan oleh mereka yang betul-betul berhak.

Beberapa negara termasuk beruntung karena memiliki domain regional yang mudah diasosiasikan dengan istilah atau terminologi tertentu. Ambil contoh Tuvalu, sebuah negeri mungil ditengah samudera Pasifik. TLD .tv milik negara ini laris manis dikalangan pengelola stasiun televisi. Tidak heran, bahkan stasiun TV Indonesia, RCTI sampai merasa perlu meninggalkan domain rcti.co.id untuk berpindah ke domain rcti.tv. Nasib serupa dialami oleh Micronesia Prancis (French Micronesia) dimana domain .fm milik negara ini kondang dikalangan pengelola stasiun-stasiun radio. Tentu saja negara-negara bersangkutan dapat meraup devisa yang lumayan dari hasil berjualan domain ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Walaupun TLD regional .id milik Indonesia dapat dengan mudah diasosiasikan dengan “identifikasi” atau “identitas”-yang pasti akan menarik perhatian mereka yang menginginkan domain yang unik-namun setidaknya hingga saat ini, IDNIC masih belum berniat untuk menjual domain berbasis Indonesia kepada pihak-pihak, baik perusahaaan, organisasi, atau perorangan yang tidak memiliki kaitan dengan Indonesia.

Cybersquatter dan Domain Pelesetan

Untuk memiliki sebuah domain, maka kita haruslah mendaftar pada badan/lembaga/perusahaan yang yang memiliki hak untuk menambahkan domain baru dibawah TLD yang sudah ada. Lembaga ini disebut dengan Registrar. Bergantung kepada jenis TLD yang kita inginkan, apakah global atau regional, kita bisa mendaftar kepada registrar yang sesuai. Registrar untuk TLD global ada cukup banyak dan mereka mematok harga yang cukup bervariasi, mulai dari dibawah USD 10 hingga yang termahal USD 35/domain/tahun, sedangkan TLD berbasis Indonesia sendiri dapat dibeli di situs IDNIC seharga Rp. 150.000,- /domain/tahun.

Proses registrasi akan memberikan akses ke control panel pada situs web registrar yang bersangkutan dimana pemilik domain dapat melakukan pengesetan lebih lanjut, terutama untuk mengaitkan domain miliknya dengan alamat IP host yang akan menggunakan domain tersebut.

Sepintas biaya yang harus dikeluarkan untuk sebuah domain relatif kecil, namun dalam kenyataannya hal yang sebaliknya bisa saja terjadi. Apa pasal? Sebagai suatu identitas di dunia maya, domain memiliki peran yang signifikan bagi pelaku bisnis. Setiap pemilik domain tentu berharap agar nama domain mereka berkorelasi dengan nama perusahaan atau produk yang hendak ditampilkan melalui media internet. Ini tentu tidak menjadi masalah apabila domain yang diincar tersebut memang belum ada yang memiliki. Tapi kalau sudah? Tentu hanya ada dua alternatif. Yang pertama, adalah mencari domain lain yang juga cocok (dan belum ada yang punya), dan alternatif kedua adalah dengan membeli domain tersebut dari pemiliknya, tentu saja dengan harga yang ia minta.

Kenyataan semacam ini membuat domain sering dimanfaatkan sebagai objek spekulasi yang menguntungkan. Para “spekulan domain” bekerja dengan modus membeli domain-domain tertentu untuk kemudian dianggurkan dengan harapan suatu saat ada pihak yang membutuhkan domain tersebut dan kemudian bersedia membeli dengan harga tinggi. Aktifitas ini dikenal sebagai cybersquatting, dan pelakunya biasa disebut cybersquatter.

Banyak cerita menarik yang berhubungan dengan aktifitas ini. Salah satu pihak yang pernah merasakan “dikerjai” cybersquatter adalah Digital Corp. Sebuah perusaan hardware ternama di AS. Bermula dari sebuah situs mesin pencari (search engine) yang dikembangkan oleh pihak digital. Entah karena masih percobaan atau kurang “pede” bersaing dengan situs mesin pencari lain yang sudah kondang, alamat situs mesin pencari-yang dinamai Altavista-tersebut hanya ditempatkan sebagai sebuah subdomain dari situs Digital. Belakangan ketika diluar dugaan mesin pencari ini menjadi aplikasi yang begitu populer, terbersit niat dikalangan para pengembangnya untuk membuatkan domain tersendiri untuk mesin pencari tersebut dengan domain altavista.com. Celakanya, domain tersebut ternyata sudah ada yang punya. Walhasil pihak Digital harus merogoh kocek hingga puluhan ribu USD untuk menebus domain ini dari tangan sang spekulan.

Peristiwa serupa dialami oleh Amien Rais. Ketua MPR-RI ini terpaksa urung menggunakan domain amienrais.com untuk situs pribadinya yang baru dibuka tahun 2002 lalu karena domain tersebut sudah keburu disambar orang lain. Entah berapa tebusan yang diminta oleh sipemilik domain atau mungkin pak Amien sendiri yang tidak mau repot sehingga ia lebih memilih menggunakan domain e-amienrais.com.

Kisah yang tak kalah serunya dialami oleh sebuah grup band kondang dari tanah air sekitar awal tahun 2002 lalu. Bermula ketika webmaster yang diserahi menjaga situsnya lupa meng-update domain yang sudah kadaluwarsa. Hal ini belakangan berakibat fatal karena domain yang sudah kadaluwarsa tersebut lantas diambil alih seorang cybersquatter asal Hongkong dan diarahkan ke … situs porno! Belakangan sang pemilik baru menawarkan untuk mengembalikan domain tersebut ke pemilik semula. Tentu saja tawaran ini tidak gratis. Tidak tanggung-tanggung ia memasang bandrol hingga USD 8000 untuk domain tersebut.

Tidak cuma kalangan bisnis dan selebritis (baik dari dunia hiburan maupun selebritis politik) yang dipusingkan oleh soal domain. Tidak kurang dari pengelola situs Gedung Putih (www.whitehouse.gov) juga direpotkan oleh hal yang sama. Persoalannya karena ada pihak tertentu yang membuka situs khusus dewasa dengan domain yang sama namun dibawah TLD berbeda dengan situs yang menampilkan salah satu simbol negara adikuasa tersebut.

Kasus serupa (tapi tak sama) juga pernah terjadi di Indonesia antara situs mustikaratu.com, situs resmi milik PT Mustika Ratu, sebuah perusahaan yang bergerak dibidang obat-obatan tradisional, dengan mustika-ratu.com yang dimiliki oleh pihak lain. Kasus ini bahkan bergulir hingga ke pengadilan dan konon tercatat sebagai kasus hukum pertama yang berkaitan dengan penggunaan domain di Indonesia.

Namun kasus pemelesetan domain yang paling fatal terjadi sekitar pertengahan tahun 2001 lampau, menimpa sebuah situs internet banking (i-banking) milik sebuah bank papan atas di Indonesia. Kala itu seorang hacker, juga dari Indonesia, membuka sejumlah situs dengan domain yang mirip dengan situs bank bersangkutan. Berikutnya, dengan menjiplak isi situs asli ke dalam situs yang menggunakan domain pelesetan tersebut, sang hacker berhasing menjaring ratusan nomor PIN milik nasabah bank tersebut yang keliru melakukan transaksi i-banking di situs yang menggunakan domain pelesetan miliknya. Para nasabah ini masuk ke situs pelesetan tersebut karena salah mengetik nama situs bank yang dituju. Untungnya, sang hacker tidak berniat buruk. Konon tindakan itu hanya dilakukannya untuk kegiatan penelitian. Begitu pula file yang menyimpan ratusan data nasabah, termasuk nomor PIN, yang terjaring telah dimusnahkan dan tidak sampai disalahgunakan.

Peristiwa spekulasi domain maupun pemelesetan sebuah domain yang telah dikenal publik seharusnya tidak sampai menimpa pemilik situs web berbasis Indonesia apabila mereka menggunakan TLD regional Indonesia. Ini dikarenakan ketatnya prosedur pendaftaran domain berbasis Indonesia sehingga sangat kecil kemungkinan adanya penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungawab. Tapi mungkin karena faktor gengsi atau dianggap lebih bonafid, sehingga banyak pihak yang memilih menggunakan domain global, dengan segala resiko dan konsekuensinya.